SYARAT KELULUSAN UJIAN SERTIFIKASI GURU DARI 42 MENJADI 80, BISA DIBAYANGKAN BETAPA LUAR BIASANYA KOMPETENSI GURU JIKA LULUS

Assalamu'alaikum wr.wb. selamat siang dan salam sejahtera untuk rekan-rekan guru seluruh indonesia...
mari simak informasi terbaru dan sangat penting infokemendikbud.com berikut ini tentang perubahan kebijakan sertifikasi guru .....



BERDASARKAN hasil penelitian yang dilakukan Bank Dunia yang disampaikan oleh Sumarna Surapranata Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendibud RI yang dirilis berbagai media pada hari Jum’at (16/9) di Kantor Kemendikbud RI Jakarta, bahwa Bank Dunia menemukan data tidak ada perbedaan yang signifikan dalam nilai uji kompetensi guru (UKG) yang belum tersertifikasi dengan guru yang sudah tersertifikasi. Oleh karena itu, nilai kelulusan ujian sertifikasi guru minimal nilai 80 dari total nilai 100, yang tahun lalu minimal nilai 42 sudah dinyatakan lulus oleh Kemendikbud RI. Untuk tahun 2016, sesuai surat Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud RI Nomor 29030/B.B4/GT/2016 tanggal 13 September 2016 tentang pelaksanaan sertifikasi guru tahun 2016 yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kebupaten/Kota di seluruh Indonesia, diinformasikannya bahwa standar kelulusan sertifikasi guru mulai tahun 2016 adalah memenuhi skor uji kompetensi guru pada akhir PLPG minimal nilai 80.

Peserta sertifikasi guru yang telah ditetapkan tahun 2016 ini berjumlah 69.259 orang, yang terdiri dari 53.883 orang guru yang diangkat sebelum 30 Desember 2005, dan guru yang diangkat setelah 30 Desember 2005 dengan memiliki nilai UKG di atas 55 berjumlah 15.376 orang yang diranking berdasarkan nilai UKG. Diharapkannya guru-guru peserta PLPG tahun 2016 ini akan rampung pada bulan Desember 2016 yang direncanakan pelaksanaannya mulai bulan Oktober 2016 ini.
Melihat kondisi tersebut, apa yang dilansir oleh salah satu koran lokal (Selasa, 20/09, hal.18) dengan judul “Guru Sertifikasi Siap-siap Gigit Jari” sebenarnya tidaklah berlebihan karena kenyataan yang ada bahwa dengan nilai kelulusan minimal 42 saja banyak yang tidak lulus apalagi untuk mencapai nilai 80, dan kebijakan tersebut akan diberi kesempatan mengikuti ujian sebanyak empat kali bagi yang tidak lulus.

Sebenarnya harapan dari para guru untuk meningkatkan kesejahteraan dengan memperoleh tunjangan satu kali gaji melalui sertifikasi guru ini adalah suatu perjuangan. Organisasi PGRI telah sejak lama memperjuangkannya agar pemerintah dapat merealisasikan kesejahteraan para guru yang melekat pada predikatnya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa. Organisasi ini berusaha dan berjuang agar kesejahteraan semua guru meningkat, mendapatkan penghargaan dan perlindungan terhadap pelaksanaan tugasnya. Guru bukan lagi sebagai profesi sampingan atau cadangan tetapi profesi yang telah diakui oleh negara berdasarkan undang-undang.

Guru tidak lagi sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, tetapi sebaliknya guru dengan jasanya mendidik anak bangsa berhak menjadi pahlawan dengan tanda jasa. Guru memiliki hak untuk mendapatkan penggajian, penghargaan, dan perlindungan sesuai dengan tugas dan prestasi kerjanya (Tim Penulis Pendidikan Untuk Transformasi Bangsa, 2014:161). Kesejahteraan guru ini akan didapat apabila para guru ini dapat melaksanakan tugasnya dengan kompetensi yang dimilikinya dan memenuhi kriteria aturan yang telah ditetapkan pemerintah. Oleh karena itu, para guru betul-betul harus memiliki kemampuan diri yang lebih agar memperoleh kesejahtarean juga yang lebih. Sebetulnya pemerintah telah memfasilitasi untuk meningkatkan kesejehteraan tersebut, tinggal kemampuan dirilah yang harus ditingkatkan supaya dapat memperoleh kesempatan yang ditawarkan pemerintah. Tanpa kemampuan lebih, tidak mungkin kita akan bisa bersaing dan pasti akan tertinggal mengingat kondisi dunia globalilasi saat ini dan yang akan datang penuh tantangan, sehingga perlu meningkatkan kemampuan diri agar tidak tergilas dan ditinggalkan oleh kemajuan dan tuntutan zaman.

Kebijakan pemerintah ini sebenarnya realistis saja, bukan oleh karena penggantian pejabat menteri maka berubah pula kebijakannya, yang selama ini melekat pada penilaian masyarakat, bahwa kalau berubah pejabat atau menteri maka berubah pula kebijakannya, sehingga masyarakat yang akan menanggung dan merasakan perubahan itu, baik itu perubahan yang mengenakkan maupun perubahan yang tidak mengenakkan. Begitu juga dengan kebijakan Mendikbud RI yang baru Muhadjir Effendy, yang sebelumnya syarat kelulusan ujian sertifikasi guru nilainya minimal 42 dan mulai sekarang harus mendapatkan nilai minimal 80 agar bisa lulus sertifikasi guru. 
Bisa dibayangkan betapa luar biasanya kompetensi guru bila telah lulus dengan nilai demikian. Memang tantangan ke depan harus siap dengan kemampuan SDM yang handal karena arus globalisasi yang tidak terelakkan lagi, maka kebijakan itu wajar sudah harus segera dimulai untuk pembelajaran dan mulai penyesuaian dengan keadaan tersebut.

Sungguh manajeman sangat terbantu dalam mengelola suatu tugas atau kegiatan apabila tersedia SDM yang handal dan mempunyai kompetensi di bidangnya, maka betul-betul terasa mudah menyelesaikan tugas-tugas yang diamanahkan. Begitu juga sebaliknya apabila SDM yang dimiliki dengan kemampuan di bawah standar sangat sukar sekali untuk menyelesaikan percepatan tugas-tugas atau pekerjaan yang dituntut harus segera selesai cepat, tepat dan akurat. Oleh karena itu, saya merespons positif saja kebijakan tersebut agar kita kedepan memiliki SDM yang handal, yang memiliki kompetensi yang profesional, sehingga nantinya akan menghasilkan anak didik yang handal juga.

*Dosen PNSD Kopertis Wilayah II pada Program Studi Manajemen Pendidikan Program Pascasarjana Universitas PGRI Palembang


Demikian informasi terbaru yang dapat saya berikan...
silahkan baca berita terbaru guru DISINI

loading...

0 Response to "SYARAT KELULUSAN UJIAN SERTIFIKASI GURU DARI 42 MENJADI 80, BISA DIBAYANGKAN BETAPA LUAR BIASANYA KOMPETENSI GURU JIKA LULUS "

Posting Komentar