CORAT-CORET SERAGAM USAI UN, GURU DINILAI GAGAL DIDIK KARAKTER ANAK

Assalamu'alaikum wr.wb. selamat sore dan salam sejahtera untuk guru-guru seluruh indonesia dimanapun anda berada....
sangat penting untuk diketahui berikut adalah informasi terbaru infokemendikbud.com tentang Coret Seragam Usai UN, Guru Dinilai Gagal Didik Karakter Anak .



Terkait fenomena coret-coret seragam sekolah menggunakan cat dan spidol usai mengikuti ujian nasional (UN) yang dilakukan anak-anak tingkat SMP dan SMA seakan sudah menjadi tradisi yang tidak bisa dihilangkan setiap tahunnya.

"Perilaku ini sebenarnya salah, dan kita menilai guru selaku pendidik yang bertanggung jawab terhadap pendidikan karakter anak di sekolah telah gagal,” demikian dikatakan tokoh pemerhati pendidikan Kota Langsa, Muzakkir, Senin (17/4/2017)..
 
Menurutnya, sekolah saat ini sudah memasukkan pendidikan karakter dalam kurikulum untuk mendidik anak-anak supaya memahami hakikat hidup bermasyarakat yang sebenarnya. Serta menghargai kehidupan sosial dengan sikap saling asih, memberi dan melindungi sebagai wujud dari sikap nasional negara kita Indonesia.
 
Tapi kenyataannya, sampai saat ini anak-anak kita masih saja melakukan tradisi coret seragam sekolah usai mengikuti UN, walaupun mereka belum tahu kelulusannya. 
 
Ia menjelaskan, fenomena coret seragam sekolah usai mengikuti UN seakan sudah menjadi pembenaran dari pihak sekolah dan masyarakat. Sehingga, setiap tahun aksi tersebut menjadi tontonan lumrah dari masyarakat itu sendiri tanpa beban moral apapun.
 
Padahal, sambungnya, dengan berkaca pada karakteristik bangsa Indonesia dan juga dasar dari pendidikan karakter, seharusnya anak-anak usai mengikuti UN melakukan aksi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat sebagai wujud rasa syukur atas selesainya mengikuti UN tersebut.
 
“Langkah yang patut dilakukan dan menjadi contoh bagi generasi selanjutnya dilakukan oleh anak-anak usai UN adalah menggalang seragam untuk disumbangkan kepada adik-adik kelas atau anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu," ungkapnya.
 
"Tindakan ini merupakan salah satu dari karakter yang harus dimiliki, dan guru selaku pendidik seharusnya mengarahkan anak-anak agar tidak melakukan aksi coret-coret seragam sekolah tersebut,” terang Muzakkir lagi.
 
Tambahnya, fenomena coret seragam sekolah usai UN yang masih berlangsung saat ini bukan hanya kegagalan guru selaku pendidik di sekolah. Namun juga ikut andil orang tua yang tidak pro aktif dalam mengawasi perilaku anak-anak dalam keluarga, sehingga mereka (anak-anak) masih bisa melakukan aksi dimaksud.
 
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Langsa, Sopian Hamid, menjelaskan, terkait fenomena coret seragam sekolah mengatakan, bahwa saat ini tidak sepantasnya aksi tersebut masih dilakukan oleh anak-anak usai mengikuti UN.
 
“Kita tahu bahwa aksi yang dilakukan oleh anak-anak ini adalah luapan dari eforia kesenangan usai mengikuti UN. Tapi, dengan pendidikan karakter sudah masuk ke sekolah, seharusnya aksi tersebut tidak ada lagi dan diganti dengan kegiatan positif, seperti menyumbangkan seragam kepada adik-adik atau anak kurang mampu, gotong royong dan lainnya,” sebut Sopian.
 
Sementara itu, terkait masih adanya aksi coret seragam usai UN beberapa waktu lalu, dirinya mengharapkan kedepannya agar guru-guru lebih tegas dalam membentuk karakter anak. 
Bahkan bila perlu memberikan sanksi bagi anak yang coret seragam supaya tindakan ini tidak dilakukan.
 
"Tindakan ini kedepan kita harapkan dapat dilakukan, juga orang tua harus ikut membantu, karena pendidikan karakter anak tidak cukup hanya di sekolah, tapi juga dirumah dan lingkungan masyarakat,” pungkasnya.


Demikian berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. Silahkan like fanspagenya dan tetap kunjungi situs kami di www.infokemendikbud.com . Kami senantiasa memberikan berita dan informasi terupdate dan teraktual yang dilansir dari berbagai sumber  terpercaya. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat.
loading...

0 Response to "CORAT-CORET SERAGAM USAI UN, GURU DINILAI GAGAL DIDIK KARAKTER ANAK "

Posting Komentar