ASTAGFIRULLAH, 300 SERTIFIKASI GURU PALSU BIKIN BPR MERUGI RP 34 MILIAR

Assalamu'alaikum wr.wb. selamat malam dan salam sejahtera untuk guru-guru seluruh indonesia dimanapun anda berada....
sangat penting untuk diketahui berikut adalah informasi terbaru infokemendikbud.com tentang 300 Sertifikasi Guru Palsu Bikin BPR Merugi Rp 34 Miliar.


Sekitar tiga ratus dokumen palsu sertifikasi guru di Jawa Barat digadaikan ke Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Akibatnya, bank pelat merah itu tertipu Rp 34 miliar. Aksi penipuan tersebut diduga melibatkan oknum guru, sindikat pemalsu dokumen dan pegawai bank.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus mengatakan kasus tersebut terungkap setelah BPR melaporkan ke Polda Jawa Barat adanya kebocoran kredit sebesar Rp 34 miliar. Kebocoran itu diduga disebabkan oleh cairnya uang penggadaian sertifikasi guru palsu yang agunkan oknum guru.

"Modusnya dengan memalsukan sertifikasi guru di Jabar kemudian menggadaikan ke BPR, Rp 80 juta‎ per sertifikasi. Kami mendata ada 345 guru di Jabar yang menggadaikan sertifikasi yang palsu," ucap Yusri kepada wartawan di Bandung, Rabu, 9 Agustus 2017.

Menurut Yusri polisi sudah menahan 13 orang yang diduga merancang tindak kejahatan tersebut. Mereka terdiri dari kelompok pemalsu dokumen, oknum guru dan pegawai BPR. Polisi masih menyelidiki dugaan keterlibatan dari 345 guru yang mengagunkan sertifikasi bodong itu.

"Kami mengamankan kurir yang dalam pemeriksaan ada keterlibatan dari BPR  dan anggota guru yang juga sebagai pengumpul guru-guru," kata dia.

Berdasarkan hasil pemeriksaan kepada salah satu pelaku, kata Yusri, duit hasil menggadaikan sertifikasi palsu tersebut dibagikan kepada guru yang mengagunkan sertifikasi dan para sindikat pemalsu dokumen. Jika cair Rp 80 juta, 20 persen akan diberikan kepada guru dan sisanya diraup oleh sindikat pemalsu dokumen.

"Dengan melihat yang Rp 80 juta bahwa 20 persen untuk pemilik sertifikasi, Rp 12 juta untuk buat sertifikasi dan sisanya dibagi-bagi," kata Yusri.

Setelah kasus ini dikembangkan oleh polisi, ditemukan kegiatan pemalsuan dokumen dalam skala besar di kawasan Tambora, Jakarta Utara. Selain memalsukan dokumen sertifikasi, sindikat ini pun memalsukan beragam dokumen penting seperti ijazah hingga sertifikat tanah. "Dalam rumah itu itu tempat membuat dokumen pribadi palsu," kata Yusri.

Yusri menuturkan sindikat pemalsuan identitas tersebut sudah beroperasi selama 5 tahun. Adapun hasil pemalsuan dokumen yang dikerjakan oleh mereka sangat rapi dan hampir identik dengan yang asli. "Akurasi sangat tipis, mirip dengan aslinya pembuatnya rapi. Blankonya sudah disiapkan sesuai keinginan," kata dia.


Demikian berita dan informasi terkini yang dapat kami sampaikan. Silahkan like fanspagenya dan tetap kunjungi situs kami di www.infokemendikbud.com . Kami senantiasa memberikan berita dan informasi terupdate dan teraktual yang dilansir dari berbagai sumber  terpercaya. Terima Kasih atas kunjungan anda semoga informasi yang kami sampaikan ini bermanfaat.
loading...

0 Response to "ASTAGFIRULLAH, 300 SERTIFIKASI GURU PALSU BIKIN BPR MERUGI RP 34 MILIAR"

Posting Komentar