BENARKAH PEMBANTU LEBIH BERHARGA DARI GURU HONORER?

loading...
loading...
Assalamu'alaikum wr.wb. selamat malam dan salam sejahtera untuk guru-guru seluruh indonesia dimanapun anda berada....
sangat penting untuk diketahui berikut adalah informasi terbaru infokemendikbud.com tentang Benarkah pembantu lebih berharga dari guru honorer?


Guru , siapa yang tak pernah mengenal jasa seorang guru ? Petani , Pengusaha, Dokter, bahkan Presiden takan mungkin bisa seperti sekarang tanpa jasa besar seorang guru didalamnya.

Guru bagai purnama yang mampu menerangi dalam kegelapan, bahkan lebih dari itu ia laksana lampu yang kau bawa ditengah malam. Sampai kapanpun semua jasa guru takan mungkin bisa kau lepaskan dalam membimbing setiap langkah hidupmu.

Saya sangat optimis , Negara yang cepat maju adalah Negara yang sangat menjujung tinggi pendidikan. Guru adalah salah satu point penting dalam dunia pendidikan, karena ialah ujung tombak, muara dari semua tujuan pendidikan. Terasa miris rasanya , ditengah pemerintah gencar-gencarnya dengan program wajib 9 Tahun, dengan fasilitas BOS (Bantuan Operasional Sekolah) namun kesejahtraan guru honorer tidak diperhatikan.

Bukan berarti penulis anti pati terhadap bantuan pemerintah yang memberlakukan sekolah geratis pada anak negeri, khususnya tingkat SD , SMP. Namun jika kita flash back kebelakang penulis sangat yakin jika tanpa bantuan biayapun masyarakat akan senantiasa menyekolahkan anak-anaknya. Karena sampai kapanpun menyekolahkan anak setinggi-tingginya adalah kebangaan besar hampir semua orangtua.

Dan bekerja untuk membayar biaya pendidikan anak sendiri adalah suatu kewajaran yang mereka senantiasa senang dalam melakukannya.

Bantuan sekolah gratis yang tidak diimbangi pada kesejahtraan guru honorer itu sangat tidak elok. Padahal jika tanpa guru honorer penulis yakin pendidikan di negeri ini bisa lumpuh.

Tuntutan kerja yang semakin meningkat dihadapkan pada kebutuhan hidup yang sangat tinggi akan membuat  guru honorer tidak fokus dan maksimal dalam bekerja serta berkarya. Betapa tidak? Separuh waktu produktifnya untuk mencari penghidupan  ia habisakan di sekolah, namun bayaran yang ia  terima tak seberapa.

Bayaran yang diterima oleh guru honorer selain tidak layak juga sangat tidak manusiawi. Pembantu bahkan pemulung sekalipun bisa mendapatkan puluhan ribu rupiah perhari, namun bayaran guru honorer kebanyakan hanya sepuluh ribu perhari bahkan juga banyak yang kurang dari nominal tersebut. 

Padahal jika kita bandingkan jasa dan dampak kerja guru honorer dengan pembantu dan pemulung tentu jauh lebih besar manfaat dan tanggung jawab yang dimiliki oleh seorang guru honorer.

Ketika bayaran yang tak seberapa namun tuntutan profesioanlitas kerja semakin tinggi, anak istri menunggu dinafkahi lantas apa yang bisa guru honorer perbuat? Sementara pendapatan yang ia terima setiap bulannya tak jarang banyak yang habis meski hanya untuk sekedar biaya transport kesekolah, karena faktanya banyak guru honorer yang mengabdi cukup jauh dari kediamannya.

Guru Adalah Orangtua Kita Semua

Tak peduli setinggi apapun jabatanmu sekarang, sebanyak apapun asset dan harta yang kau miliki. Tetap saja guru adalah orangtua kita semua yang tak bisa dilupakan begitu saja.

Hari-hari kita pernah dilalui bersama mereka. Kenakalan kita mereka hadapi dengan sabar, bahkan tak jarang saat kita masih usia sangat kecil (TK / Kelas 1 SD) kita sangat tergantung pada guru dalam menjaga dan mengurus kita di sekolah.

Bapak/Ibu yang terhormat, jika anda memiliki jabatan dan kekuasaan sekarang namun melupakan para guru, itu sama saja anda melupakan nasib orangtua anda sendiri.  Elokkah anak yang tak peduli dengan orang tuanya ?         Elokah seorang anak yang melupakan semua jasa orang tuanya? Jawabannya ada di hati masing-masing.

Ini adalah sebuah pertanyaan ringan dari saya untuk kita sama-sama renungkan.

Jika soudara ingin memberikan sejumalah uang pada sebuah keluarga mana yang akan soudara pilih, Memberikan uang tersebut pada anaknya , atau orangtuanya ?

Jika soudara memberikan uang pada anaknya saya yakin uang tersebut akan digunakan untuk banyak hal yang tidak bermanfaat, seperti untuk beli mainan atau jajanan saja, dan orangtuanya kemungkinan takan merasakan sedikitpun manfaat pemberian anda.

Beda halnya ketika soudara memberikan sejumlah uang pada orangtuanya, penulis yakin semuanya akan merasakan manfaatnya. Bahkan kemungkinan besar yang paling banyak menikmati manfaat tersebut adalah anaknya. Hal ini dikarenakan sudah menjadi tabiat setiap orangtua jika selalu mendahulukan kepentingan dan kebahagiaan anak-anaknya dibanding dirinya sendiri.

Ilustrasi diatas adalah sedikit gambaran bagi pemerintah yang hanya fokus memberikan berbagai bantuan langsung pada siswa tapi lupa pada kesejahtraan guru dan keluarganya.

Jika untuk kebutuhan hidupnya banyak guru yang harus pinjam sana-sini, kira-kira seberapa persen anda yakin guru tersebut bisa mengajar dan mendidik anak dengan baik di sekolah. Jangankan untuk mendidik anak orang lain dengan baik, tangisan anak sendiri yang meminta dibelikan berbagai keperluan agar bisa menjalani hidup seperti anak-anak yang lainpun terus mengganggu pikirannya.

Sekalipun kurikulum yang diterapkan sangat luar biasa bagusnya, jangan harap suatu pendidikan akan maju jika pelaksana utama pendidikan (guru) tersebut tidak diperhatikan, bahkan terkesan di injak-injak dan disepelekan. Jangankan oleh pemerintah, masyarakat awam saja pernah berkata pada saya "hanya bagus pakaiannya, tapi uangnya tidak ada ," ia berkata demikian karena saya berprofesi sebagai guru honorer.

Biaya Pendidikan Guru Vs Gaji Guru Honorer, Adilkah ?

Coba kita bayangkan berapa besar biaya pendidikan yang dikeluarkan seorang guru untuk dapat mengajar anak negeri. Dimulai dari  TK -- SMA, bahkan biaya Perguruan tinggi selama 4 tahun saja penulis yakin sangat cukup untuk mendirikan sebuah usaha yang membuahkan hasil setiap bulannya.

BACA LANJUTANYA DI HALAMAN 2, DISINI
loading...

0 Response to "BENARKAH PEMBANTU LEBIH BERHARGA DARI GURU HONORER?"

Posting Komentar